PENGARUH MOTIVASI DALAM BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA

Standard

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Pengajaran tradisional menitikberatkan pada metode imposisi yakni pengajaran dengan cara penuangan hal-hal yang dianggap penting oleh guru bagi siswanya. Cara ini tidak mempertimbangkan kesesuaian bahan pelajaran dengan kesanggupan, kebutuhan, minat dan tingkat perkembangan serta pemahaman siswa. Guru tidak memperhatikan motivasi siswa untuk mempelajari bahan-bahan yang disampaikan. Teman-teman baru dalam bidang psikologi kepribadian dan tingkah laku manusia, serta perkembangan dibidang ilmu pendidikan pada gilirannya mengubah pandangan tersebut.

Faktor peserta didik dianggap sebagai sesuatu yang menentukan pelaksanaan dan keberhasilan proses pembelajaran. Pandangan baru berpendapat bahwa tingkah laku seseorang didorong oleh motivasi. Perbuatan belajar akan berhasil bila ada motivasi dari dalam seseorang. Siswa mungkin dapat dipaksa untuk melakukan suatu perbuatan, tetapi tidak mungkin dipaksa untuk menghayati perbuatan itu sebagaimana mestinya. Guru dapat memaksakan bahan pelajaran kepada siswa, tetapi tidak mungkin memaksanya untuk belajar dalam arti sebenarnya. Ini berarti, tugas guru yang paling berat ialah berupaya agar siswa mau belajar dan memiliki keinginan belajar terus-menerus. Guru harus memberikan motivasi pada siswa untuk rajin belajar agar memperoleh hasil belajar yang terbaik. Motivasi sangat diperlukan untuk mendorong minat belajar siswa.

Siswa tidak akan kesulitan belajar matematika apabila dalam diri siswa terdapat motivasi untuk belajar. Motivasi belajar mempunyai peran yang sangat penting dalam proses belajar karena siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi lebih giat belajar dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah. Ini berarti keberhasilan siswa dapat ditunjang dari seberapa besar motivasi belajar yang dimiliki.

Guru tidak boleh lepas tangan melihat siswa yang tidak atau kurang berminat dalam belajar. Ia harus berusaha membangkitkan semangat atau motivasi yang kuat pada diri siswa. Maka dengan menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi diharapkan siswa dapat termotivasi belajar matematika sehingga prestasi belajar dapat meningkat.

B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apakah pengertian motivasi menurut para ahli?
  2. Bagaiman jenis dan sifat dari motivasi?
  3. Apakah prinsip-prinsip motivasi dalam belajar?
  4. Bagaimana fungsi motivasi dalam belajar?
  5. Bagaimana bentuk-bentuk motivasi dalam belajar?

C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini :

  1. Untuk mengetahui pengertian motivasi.
  2. Untuk menganalisis jenis dan sifat motivasi.
  3. Untuk memaparkan prinsip-prinsip motivasi dalam belajar.
  4. Untuk menjelaskan fungsi motivasi dalam belajar.
  5. Untuk menganalisis bentuk-bentuk motivasi dalam belajar.

D.    Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan :

  1. Dapat memberikan masukan bagi guru atau calon guru khususnya guru matematika bahwa motivasi belajar siswa dapat menjadikan prestasi siswa meningkat.
  2. Diharapkan dapat memberikan sumbangan pada peningkatan mutu pendidikan.
  3. Dapat meningkatkan pengalaman sekaligus pengetahuan bagi penulis.

Dibaca lagi yuks….

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s